Postingan

Sebuah Perjalanan

Banyak orang bertanya, kenapa aku memutuskan untuk bercadar. Banyak juga yang berfikir di antara mereka, kalau aku sudah lebih baik. Ya, mungkin dari segi pakaian insyaallah bisa di katakan baik. Tapi, dalam hal perbuatan seperti akhlak belum bisa di katakan baik. Aku masih sama seperti kalian yang sedang berusaha menjadi diri yang lebih baik lagi. Seperti temanku yang pernah berkata, saat ia berkumpul dengan para pengusaha, ketika ia di tanya usaha apa yang sedang di jalankan, ia menjawab usaha untuk menjadi lebih baik, katanya.

Apalagi, sekarang sudah bukan anak-anak lagi. Sudah memikirkan jodoh. Karena jodoh cerminan diri, pastinya untuk mendapatkan seseorang yang baik kita juga harus berperilaku baik. Bukankah, begitu?
Awal mula aku memakai kerudung, ketika aku duduk di SMP kelas 2. Sebenarnya saat masuk SMP sudah memakai kerudung, tapi di sekolah aja. Di luar sekolah, santai lepas aja. Hehe. Parah, ya. Bahkan, aku tidak peduli dengan pakaian yang serba minim. Rambut di gerai. Lay…

Pesan Bapak Tentang Nikah Muda

Gambar
Nikah muda sebenarnya belum waktunya, belum mapan kehidupannya maupun ilmunya. Seharusnya, mapan dulu terutama di bidang ilmunya. Karena, jika sudah menikah, terkadang untuk mencari ilmu itu sulit. Makanya dari waktu muda, itu adalah kesempatan emas mencari ilmu. Ilmu, sedikit saja, tidak perlu panjang-panjang. "Sakalimah asal kabawa ka imah". Maksudnya, kalau kita mendengarkan satu cerita, kita harus faham. Maksud 'kabawa ka imah' (Kebawa ke rumah) di praktekkan. Seperti kita membaca ta'awudz, "Aku berlindung kepada Allah" nah kita berlindung kepada Allah, hati-hati kita harus tahu artinya dan di praktekkan. Berlindung, berarti kita dekat dengan Allah, tingkah laku harus benar. "Dari godaan Syetan yang terkutuk", yang terkutuk itu adalah yang di belenggu, bahwa perilaku kita jangan sampai seperti Syetan. Harus spserti manusia biasa. "Ari ta'awudz meni lekoh ari kalakuan siga jurig" berarti itu belum benar ta'awudznya.

Di te…

Tentang Sebuah Kain

Gambar
Cadar tentu bukanlah sebuah tanda kalau orang yang memakainya sudah menjadi perempuan yang sempurna, sholehah, tidak. Tidak selalu bisa dikatakan seperti itu. Tetapi, tidak bisa dikatakan juga yang memakai cadar semuanya tidak baik, tidak. Apalagi dikatakan teroris, oh itu salah besar. Di islam, kami tidak di perintahkan untuk saling menyakiti. Bahkan ke orang yang beda agama dengan kita saja, islam mengajarkan kita untuk tetap berbuat baik.

Cadar merupakan salah satu tanda muslimah. Karena muslimah itu bagaikan mutiara. Sedangkan mutiara itu ada di dasar lautan, tentunya tidak sembarang orang yang bisa mengambil atau menyentuhnya. Harga sebuah mutiara pun mahal. Hanya orang tertentu yang bisa membelinya. Bukankah begitu? Begitu juga dengan seorang muslimah. Muslimah mahaaaal. Tidak boleh dengan murahnya memberikan segalanya kepada orang yang bukan mahram. Tidak mudah untuk di sentuh, tidak mudah untuk di gombali. Kamu mahal, wahai muslimah. Seharusnya diri kita lebih di jaga. Apala…

Tips & Trick Menghafal Qur'an

Gambar
Setelah mengetahui betapa pentingnya, betapa agungnya menghafal qur'an, kali ini aku akan berbagi tips menghafal qur'an yang memang cocok untuk aku sesuai dengan kemampuanku. Menghafal sebenarnya tidak perlu cepat-cepat.  Menghafal itu harus faham juga apa yang kita hafal. Nikmati setiap prosesnya, hafalkan meski tidak hafal-hafal.

Sebelum ke inti, aku akan memberi tahu qur'an apa, sih yang enak untuk menghafal? Menurutku, dan yang sekarang aku pakai adalah qur'an dari Syaamil Qur'an yang Tikrar.
Nah, biasanya aku memakai qur'an itu, jadi memudahkan dalam menghafal. Untuk tata caranya kita akan bahas di tips menghafal berikut ini.

1. Niat
Benahi niat terlebih dahulu. Karena Allah, semuanya hanya untuk Allah, dan yakin bahwa kamu pasti bisa. Kamu pasti bisa menghafalkan 30 juz dengan hafalan yang mutqin. Aamiin.

2. Baca Terjemah
Karena menghafal bukan sekedar menghafal saja, jadi wajib sekali untukembaca terjemahan terlebih dahulu. Qur'an yang di pakai bisa apa…

Lelah Tapi Lillah Bersama Al-Qur'an

Pernah gak,  sih kamu menghabiskan waktu bersama qur'an? Sampai merelakan waktu mainmu terpakai untuk qur'an? Waktu nongkrongmu di pakai untuk qur'an? Maasya Allah ya? Jangan sampai kawan-kawan justru waktu mainnya terpakai habis sia-sia, banyak nongkrong, tidak dekat dengan Allah, mainnya di cafe bukan itikaf di masjid. Masa mudanya terbuang sia-sia.

Ah hidup hanya sekali, nikmatin saja. Enjoy broooo! 

Lho, justru itu, hidup di dunia memang sekali,  tapi kan ada kehidupan lagi nanti di akhirat? Percaya, gak kalau ada kehidupan setelah kita mati. Di hari nanti, setelah kematian, kita di bangkitkan lagi. Hidup di alam baru. Namanya alam akhirat. Keimanan kita, nih yang perlu di pertanyakan. Percayakah dengan adanya hari akhir? Harus percaya. Coba, deh baca qur'an terjemahan. Resapi. Baca yang bener. Banyak sekali Allah menginformasikan kepada manusia (ps: ingat ya manusia, bukan hanya muslim saja) bahwa adanya hari kiamat, hari akhir, hari pembalasan, ada semuanya. Dijel…

19 Tahun Sudah

Di hari pertama bulan penuh maghfirah dan keberkahan ini seperti mengawali diriku yang baru. Ya, 19 tahun sudah aku membawa diriku mengarungi samudera kehidupan di lautan dunia. Tidak ada yang spesial. Hanya saja, aku butuh perenungan dan perencanaan yang lebih mendalam tentang kemana diri ini harus ku bawa pergi untuk sebuah tempat pulang?

Rasanya iri, ya kalau umur bertambah tapi kebermanfaatan kita kepada orang lain belum ada. Istilahnya jangankan untuk orang lain, untuk diri sendiri saja masih bingung. Jauh berbeda dengan role model yang aku pilih. Wirda Mansur. Dengan usia yang sama namun prestasi yang jauh berbeda. Tapi, inilah yang dijadikan landasan kita agar kita harus tetap semangat menjalani kehidupan sebagai sarana ibadah. Karena pada hakikatnya kita itu diciptakan untuk beribadah. Tidak ada hal lain.

Cita-cita ku dari dulu adalah menjadi penulis. Setiap ada kejadian aku menulis. Nah, maka dari itu, aku ingin lebih memperdalam hobiku dalam kepenulisan. Sebelumnya aku selal…

Tak Kenal Maka Ta'aruf

Holaaaaaaa!
Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini blog pertamaku, dan aku ingin hobi menulisku tidak hanya tertuang di kertas putih saja. So, aku ingin berbagi tulisan di blog aku ini.
Namaku Fetti Lestari, lahir di Tasikmalaya, 17 mei 1999. Riwayatku sekolah, pertama aku langsung masuk SD di SDN 2 Sukajadi di Tasikmalaya. Di tahun ke -3 aku pindah ke Kota Banjar karena pekerjaan orangtua dan aku sekolah di SDN 4 Pataruman selanjutnya ke SMPN 1 Banjar dan sampai akhirnya sekarang aku mengenyam pendidikan di SMA Islam Cipasung, Tasikmalaya. Kali ini aku balik lagi ke tasik tapi bukan di tempat tinggalku yang dulu melainkan aku menetap di Pondok Pesantren Cipasung.
Nah untuk itu, aku akan berbagi cerita bagaimana indahnya menjadi santri.


Jangan lupa comment!!!